MIMPI

 Di balik pendar layar yang biru terang,

 Jemari kecil menari di atas tuts hitam.

Membangun dunia dari baris-baris kode, 


Di mana logika adalah bahasa yang paling tajam.

Bagi si anak, surga adalah algoritma, 

Menyusun semesta dalam kurung kurawal. 

Ia ingin menaklukkan masa depan dengan data, 


Di saat mesin mulai belajar bernapas dan mengenal awal.

Namun, di ambang pintu, 

sang Ibu berdiri, Membawa aroma antiseptik dan jubah putih. 

"Simpan mimpimu di dalam kotak besi itu," ucapnya, "Jadilah penyembuh, 

penolong mereka yang merintih."


Baginya, kehormatan ada pada ujung stetoskop, 

Mendengar detak jantung yang butuh pertolongan. 

Ia tak paham bahasa biner yang kau susun, 

Hanya ingin melihatmu di barisan depan kemanusiaan.


29/03/2026 Sidoarjo


Komentar